Showing posts with label Media Konseling. Show all posts
Showing posts with label Media Konseling. Show all posts
0 Video Konseling Individual : Megatasi Rasa Kurang Percaya Diri pada Siswa
Tuesday, January 24, 2017
Label:
Konseling Individual,
Media Konseling
Tema :
Megatasi Rasa Kurang Percaya Diri pada Siswa
Teknik :
Cinema Therapy
Media :
Film
Konselo ( Ko ) : Hendriati Pertiwi
Konseli ( Ki ) : Khairatul Ummah
Tanggal Praktik : 29 Desember 2016
Download Verbatim
0 Video Konseling Individual : Penurunan Prestasi Belajar
Label:
Konseling Individual,
Media Konseling
Tema :
PenurunanPrestasiBelajar
Teknik :Narasi
Media : UlarTangga
Konselor
(Ko) :KhairatulUmmah
Konseli
(Ki) : Hendriati P
TanggalPraktik : 28 – Desember – 2016
Download Verbatim
3 Video Konseling Individual : Mudah Lupa
Friday, January 20, 2017
Label:
Konseling Individual,
Media Konseling
Tema : Mudah Lupa Terhadap Pelajaran
Teknik : Narasi
Media : Tebak Gambar
Konselor : Amaliyatus Saqiqoh (2014186201B0014)
Konseli
: Indhiroh Fitriandini
(2014186201B0001)
Download Verbatim
3 Video Konseling Individual : Kurang Konsentrasi
Label:
Konseling Individual,
Media Konseling
TEMA :
Kurang Konsentrasi
TEKNIK :
Role Play
MEDIA :
Puzzle
KONSELOR :
Sawung Wicaksono
NIM :
2014186201B0004
KONSELI :
Tauchid Muta Aliyanto
TANGGAL PRAKTEK : Kamis 05, Desember,2016
Download Verbatim
5 Video Konseling Individual : Bullying
Label:
Konseling Individual,
Media Konseling
Tema :Bullying
Teknik : Sinema Terapi
Media : Film Animasi
Konselor (KO) : Tauchid Muta’ Aliyanto Konseli (KI) : Sawung Wicaksono
Download verbatim
3 Video Konseling : Kurang Kurang Bisa Membagi waktu belajar & bermain
Label:
Konseling Individual,
Media Konseling
Tema : Kurang Kurang Bisa Membagi waktu belajar & bermain
Teknik : Sinema Terapi
Media : Video Motivasi
Konselor : Fina Lora Anjarwati
Konseli : Fify Furi.
Read more
Teknik : Sinema Terapi
Media : Video Motivasi
Konselor : Fina Lora Anjarwati
Konseli : Fify Furi.
Download Verbatim Konseling Individual Kurang Kurang Bisa Membagi waktu belajar & bermain
14 Video Konseling Individual : Rendahnya Hasil Belajar Akibat Pergaulan Buruk
Thursday, January 19, 2017
Label:
Konseling Individual,
Media Konseling
Tema : Rendahnya Hasil Belajar Akibat Pergaulan
Buruk
Teknik : Diskusi Kelompok
Media :Permainan Monopoly
Konselor :Risma Oky Jayanti
Nim :2014186201B0021
Konseli : Nuri Aisyah Hari / Tanggal praktek:
Kamis, 5 Januari 2017
Download Verbatim
17 Praktikum Konseling Individual : Gaya Hidup Boros
Wednesday, January 18, 2017
Label:
Konseling Individual,
Media Konseling
Tema :
Gaya Hidup Boros (Manajmemen Keuangan)
Teknik :
Diskusi
Media :
Permainan Monopoli
Konselor ( Ko) :
Avivah Nur Ariandini Supaat
Nim : 2014186201B0010
Konseli (Ki) :
Vivin Yuliana
Nim :
2014186201B0017 Tggl Praktik :
Kamis, 29 Desember 2016
Download Verbatim
13 Video Konseling Individual : Sering sakit
Label:
Konseling Individual,
Media Konseling
Tema : Sering
sakit
Teknik : Tanya
jawab
Media : Vidio
Konselor : Vivin
Yuliana
Nim :
2014186201B0020 Konseli :
Dewi Nur Rezky Maryati Tanggal
Praktek : Kamis, 5
Desember 2016
Download Verbatim
13 Konseling Individual : Kurang Percaya diri
Label:
Konseling Individual,
Media Konseling
TEMA :
Kurang Konsentrasi
TEKNIK :
Senam Otak
MEDIA :
Jari Tangan
KONSELOR (QO) : Dewi Nur Rezki Maryati
KONSELI (QI) :
Fify Furry Rahayu Ningtyas
TANGGAL PELAKSANAAN : 03 Januari 2017
Download Verbatim
19 Video Konseling Individual : Terisolir
Label:
Konseling Individual,
Media Konseling
Tema : Terisolir
Teknik : Sinema Terapi
Media : Video (Video motivasi Jack Ma seorang pengusaha
online sukses asal china)
Konselor : Indhiroh Fitriandini
Konseli : Amaliyatus Saqiqoh
Tanggal
praktik : 04 Januari 2017
Download Verbatim
14 Video Konseling Individual : Terisolir
Label:
Konseling Individual,
Media Konseling
TEMA : Terisolir
TEKNIK : Role Play
MEDIA : Permainan Congklak
KONSELOR : Fify
Furi Rahayu Ningtias
NIM :
2014186201B0019
KONSELI : Risma
Oky Jayanti
TANGGAL PRAKTEK : Jum’at 06,
Desember,2016
Download Verbatim
12 Video Konseling Individual : Kurang Percaya Diri
Label:
Konseling Individual,
Media Konseling
TEMA :
Kurang Percaya Diri
TEKNIK :
Role Play
MEDIA :
Teks Puisi
KONSELOR :
Fuad Ahmad Faruq
NIM :
2014186201B0003
KONSELI :
Sawung Wicakson
TANGGAL PRAKTEK :
Kamis 05, Desember,2016
19 Video Konseling Individual : Kesulitan Belajar “Sulit Mengingat”
Label:
Konseling Individual,
Media Konseling
Tema :
Kesulitan Belajar “Sulit Mengingat”
Teknik : Diskusi
Media :
Puzzle
Tanggal Konseling : 05 Januari 2017
Konselor
(Praktikan)
Nama :
Nuri Aisyah
NIM :
2014186201B0011
TTL :
Jember, 28 Agustus 1994
Alamat :
Dsn. Kantong, Ds. Kemiri 005/001 Panti-Jember
No. Telp :
085854716155
Konseli (Praktikan)
Nama :
Risma Oky Jayanti
NIM :
2014186201B0021
TTL :
Jember, 02 Desember 1995
No. Telp :
082247652010
Download Verbatim
Egrang Batok Kelapa
Friday, January 6, 2017
Label:
Media Konseling
Permainan Egrang Batok atau Batok Kelapa, yang berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan ini, biasanya dimainkan oleh suku Bugis. Bagi suku Bugis sendiri permainan ini dikenal dengan nama Majjeka, yang berasal dari kata jeka yang artinya jalan.
Egrang Batok, mungkin untuk anak-anak pedesaaan zaman dahulu nama itu bukan nama yang asing. Bahkan anak-anak pedesaan sangat fasih bermain egrang sederhana tersebut. Akan tetapi saat ini, sangat jarang ditemui anak-anak yang memainkan Egrang Batok, mahkan mungkin banyak anak yang tidak mengetahui bagaimana bentuk Egrang Batok.
Banyak manfaat yang bisa diambil dari Egrang Batok ini. Diantaranya memberikan kegembiraan pada anak, mengasah kreativitas anak serta melatih motorik halus dan motorik kasar anak. Selain itu, Egrang Batok juga melatih semangat anak dan mengajarkan anak untuk dapat memanfaatkan bahan di sekitar.
Untuk membuat Egrang Batok cukup mudah. Bahan-bahan yang dibutuhkan juga sangat mudah didapatkan di pasaran. Hanya dengan bahan tempurung kelapa atau yang familiar disebut batok, tali dan alat untuk melubangi batok, kita sudah dapat membuat Egrang Batok.
Manfaat Permainan tradisional Egrang Batok Kelapa untuk perkembangan anak
dari berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa :
a. Meningkatkan kecerdasan Kinestetik anak
b. Meningkatkan perkembangan Motorik anak
c. Meningkatkan kemampuan sosial anak
d. Melatih keseimbangan tubuh anak
Kajian Ilmiah Motorik Anak
Friday, December 23, 2016
Label:
Kajian Ilmiah,
Media Konseling
Feronika Evi Retnningsih (2012) yang berjudul Penggunaan Permainan Tradisional Boy-boyan untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Kelompok B TK Yos Sudarso Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian anak kelompok B dengan 30 anak yang terdiri 16 laki-laki dan 14 perempuan. Instrumen
yang digunakan peneliti untuk pengumpulan data berupa observasi guru, unjuk kerja dan dokumentasi. Penelitian penggunaan permainan tradisional Boy-boyan dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Pada tahap pra tindakan persentase ketuntasan sebesar 33,33%, pada siklus I media genting kurang menarik bagi anak hasilnya 61,11%, penelitian dilanjutkan siklus II dengan media APE (Alat Permainan Edukatif) yang hasil persentase ketuntasannya 81,67%. Hasil tersebut sudah sesuai dengan harapan peneliti
lebih dari 76%, oleh sebab itu permainan ini dapat digunakan dengan memanfaatkan APE (Alat Permainan Edukatif) yang ada di sekolah. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan permainan Tradisional Boy-boyan dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak kelompok B TK Yos Sudarso Kecamatan Sukorejo Kota Blitar.
Wahyu Purwaningayu Galih (2012) yang berjudul Penggunaan Tari Gembala Sapi dalam Pembelajaran Anak Usia Dini untuk Meningkatkan Perkembangan Motorik Kasar Anak di Kelompok A1 TK ABA 06 Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan tari gembala sapi dalam meningkatkan motorik kasar anak usia dini dan mendeskripsikan peningkatan perkembangan motorik kasar anak usia dini melalui penerapan tari gembala sapi di kelompok A1 TK ABA 06 Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif. Penelitian ini
dilakukan di Kelompok A1 TK ABA 06 Malang dengan jumlah siswa 21 anak, 9 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif.
Peningkatan dari kegiatan Pra tindakan diperoleh skor 52%, Siklus I diperoleh skor 70% dan Siklus II dengan skor 90%. Kesimpulan penelitian ini adalah pembelajaran tari gembala sapi dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia dini secara maksimal.
Evita rinasari (2013) dalam penelitiannya yang berjudul Meningkatkan Keterampilan Motorik Kasar Anak Melalui Permainan Egrang Bathok Kelapa Pada Anak Kelompok B Di TK ABA Banjarharjo Kalibawang Kulon Progo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui permainan egrang bathok kelapa dapat meningkatkan keterampilan motorik kasar yaitu keseimbangan, kekuatan, dan kelincahan. Peningkatan keterampilan motorik kasar dapat dilihat dari hasil penelitian. Keseimbangan anak pada
kondisi awal sebesar 21,43%, pada siklus I mengalami peningkatan, keseimbangan anak menjadi 67,86%, pada siklus II mengalami peningkatan, keseimbangan anak menjadi 100%. Kekuatan anak pada kondisi awal sebesar 17,86%, pada siklus I mengalami peningkatan, kekuatan anak menjadi 64,29%, pada siklus II mengalami peningkatan, kekuatan anak menjadi 96,43%. Kelincahan anak pada kondisi awal sebesar 14,29%, pada siklus I mengalami peningkatan, kelincahan anak menjadi 57,14%, pada siklus II mengalami peningkatan, kelincahan anak menjadi 96,43%. Penelitian ini dihentikan sampai siklus II karena sudah memenuhi kriteria keberhasilan penelitian.
Mencermati hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia dini dapat menggunakan tarian gembala sapi, permainan tradisional boy-boyan dan permainan egrang batok kelapa.
Ratna indrawati (2012: 98) dalam penelitiannya yang berjudul Upaya Peningkatan Kecerdasan Kinestetik Anak Melalui Kegiatan Gerak Dan Lagu Di Kelompok Bermain Tunas Melati 1 Purworejo, Celep, Kedawung, Sragen menunjukkan adanya peningkatan kecerdasan kinestetikanak secara berarti dalam proses pembelajaran melalui kegiatan gerak dan lagu. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan anak yang meliputi empat deskriptoryaitu(MT) kemampuan anak yang melampaui target, (BN) kemampuan anak yang berjalan normal, (PD) kemampuan anak yang perlu ditingkatkan, (PPK) kemampuan anak yang perlu perhatian khusus.Sebelum adanya tindakan nilai rata-rata kelas 8,5 dengan prosentase 30,35% setelah dilakukan tindakan pada siklus I rata-rata kelas meningkat menjadi 12,07 dengan prosentase 43,11%, pada siklus II rata-rata kelas menjadi 20,5 dengan prosentase 73,21% dandi akhir tindakan yaitu pada siklus III rata-rata kelas menjadi 23,85 denganprosentase 85,17%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan kegiatan gerak dan lagu dapat meningkatkan kecerdasan kinestetik anak.
Rukmin Lahay (2012) dalam penelitiannya yang berjudul Mengembangkan Kecerdasan Kinestetik Melalui Permainan Egrang Pada Anak Kelompok B TK Garuda Desa Huluduotamo Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango. Hasil penelitian diperoleh bahwa terjadi pengembangan kecerdasan kinestetik anak kelompok B TK Garuda melalui permainan egrang tempurung kelapa Hal ini dapat dilihat dari observasi awal sebelum tindakan hanya enam orang anak atau tiga puluh persen yang memiliki kecerdasan kinestetik yang baik setelah diadakan tindakan siklus 1 meningkat menjadi sepuluh orang anak atau lima puluh persen yang memiliki kecerdasan kinestetik yang baik dilanjutkan ke siklus 2 meningkat menjadi tujuh belas orang anak atau delapan puluh lima persen yang memiliki kecerdasan kinestetik yang baik Dalam hal melakukan permainan fisik melalui anggota tubuh melakukan gerakan tubuh untuk keseimbangan serta menggerakkan tubuh untuk kelenturan dan kelincahan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan permainan egrang tempurung kelapa maka kecerdasan kinestetik anak berkembang.
Mencermati penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik anak dapat ditingkatkan melalui gerak dan lagu dan permainan tradisional batok egrang kelapa.
PERMAINAN TRADISIONAL EGRANG BATOK KELAPA UNTUK MENGEMBANGKAN MOTORIK KASAR DAN KECERDASAN KINESTETIK ANAK
Label:
Kajian Ilmiah,
Media Konseling
Berdasarkan hasil studi pendahuluan di beberapa lembaga pendidikan anak usia dini kec. Ajung Jember ditemukan keterampilan motorik kasar anak masih kurang, yaitu dalam unsur keseimbangan, kekuatan, kelincahan dan koordinasi. Sedangkan kecerdasan kinestetik juga masih rendah , yaitu anak terlihat kaku dalam melaksanakan aktifitas seperti bernyanyi sambil di iringi gerakan badan,selain itu pada pelaksanaan senam setiap pagi anak terlihatkaku melakukan gerakan fisik melalui gerakan tubuh untuk keseimbangan, menggerakkan tubuh dengan kelenturan dan kelincahan. Menurut Gardner (dalam Uno, 2009:16),
Kecerdasan kinestetik merupakan kecerdasan yang berhubungan dengan kemampuan dalam menggunakan tubuh secara terampil untuk engungkapkan suatu ide, pemikiran dan perasaan, mampu bekerja sama dengan baik dalam menangani dan memanipulasi objek. Sedangkan Sujiono (2007: 13), menyatakan bahwa gerakan motorik kasar adalah kemampuan yang membutuhkan koordinasi sebagian besar bagian tubuh anak. Gerakan motorik kasar melibatkan aktivitas otot-otot besar seperti otot tangan, otot kaki dan seluruh
tubuh anak. perkembangan motorik kasar anak lebih dulu dari pada motorik halus, misalnya anak akan lebih dulu memegang benda-benda yang ukuran besar dari pada ukuran yang kecil. Lahay (2012:1) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa permainan egrang dapat mengembangkang kecerdasan kinestetik anak usia dini. Senada dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Rinasari (2013:112) bahwa permainan tradisional egrang batok dapat meningkatkan keterampilan motorik kasar anak usia dini. Berbagai hasil kajian literatur diatas menunjukkan bahwa permainan tradisional batok egrang kelapa terbukti efektif untuk meningkatkan motorik kasar dan kecerdasan kinestetik anak usia dini. Selain itu Keunggulan dari permainan egrang bathok kelapa yaitu alat permainan aman digunakan
bagi anak, anak menjadi lebih kreatif, bisa digunakan sebagai terapi terhadap anak, melatih insting dan ketepatan dalam bertindak, meningkatkan ketahanan fisik maupun mental, melatih sportivitas dalam berkehidupan, dapat menjaga kelestarian tradisi dan kearifan lokal.





















